Efek Samping Diet 13 Hari dalam Program Diet Mayo “Palsu”

Efek Samping Diet 13 HariAkhir akhir ini diet mayo banyak menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Hal itu dikarenakan karena keberhasilan para pelaku diet yang mengalami penurunan berat badan setelah melakukan diet mayo. Bahkan belakangan ini sudah banyak katering katering yang menyediakan menu diet mayo untuk mereka yang sibuk. Sehingga tidak dapat membuat sendiri menu diet mayonya. Lantas ada atau tidak sih Efek Samping Diet 13 Hari dengan diet mayo ini? Yuk simak ulasannya!

Efek Samping Diet 13 Hari dalam Program Diet Mayo “Palsu”

Diet mayo memiliki jangka waktu 12-14 hari dengan konsumsi makanan rendah karbohidrat (bahkan ada yang tanpa karbohidrat) dan rendah kalori. Ada beberapa pantangan pantangan menggunakan konsumsi garam sama sekali, dan ada pula yang hanya membatasi penggunaan garam . Diet mayo ini termasuk jenis diet yang mengutamakan pola makan sehat.

Namun ada juga diet mayo “palsu” yang banyak beredar tentunya memiliki efek samping yang lebih merugikan kesehatan dibanding diet mayo yang sebenarnya. Seperti pantangan untuk mengonsumsi karbohidrat, dan hal tersebut bisa berujung pada konstipasi. Padahal porsi minimal yang disarankan adalah konsumsi karbohidrat tinggi serat satu kali sehari. Contoh karbohidrat tinggi serat yaitu oat, nasi merah atau hitam, dan kentang rebus berkulit.

Aturan diet mayo yang sedang populer ini membatasi asupan kalori sebanyak 500-800 per hari. Sementara rata-rata kebutuhan kalori orang per hari adalah 1500-1800 per hari. Dengan penurunan jumlah kalori seperti ini tentunya dapat memengaruhi kesehatan tubuh, apalagi jika dilakukan tanpa pengawasan dokter atau ahli gizi.

Selain itu diet mayo ini juga dapat memengaruhi kesuksesan diet. Yaitu berat badan bisa melonjak naik lagi jika kamu berhenti melakukan diet mayo tersebut. Itulah mengapa dibutuhkan konsultasi dengan para ahli, terutama yang mengerti tentang pola makan yang dapat menyesuaikan dengan gaya hidup dan kepribadian seseorang.

Jadi diet mayo ini juga tidak bisa kamu lakukan asl-asalan. Melainkan diperlukan pengetahuan mengenai asupan makanan yang sesuai untuk kebutuhan tubuhmu. Selain itu kamu juga harus menjaga konsistensi pola makan sehatmu agar berat badan tidak melonjak lagi.