Benarkah Makan Mie Instan Bikin Gemuk?

Siapa orang yang tidak suka mie instan? Ya, mie instan memang menjadi makanan kegemaran hampir setiap orang, baik muda maupun tua dan dari golongan masyarakat manapun. Apalagi di era modern yang serba cepat dan instan yang menuntut orang untuk bergerak serba cepat ini membuat mie instan menjadi menu andalan. Penyajian mie instan ini memang cukup praktis, cukup dimasak dengan air panas beberapa menit kemudian tambahkan bumbu yang siap makan. Mie instan pun siap untuk dinikmati. Lantas benarkah makan mie instan bikin gemuk? Dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan jika terlalu banyak mengkonsumsi mie instan? Yuk simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Benarkah makan mie instan bikin gemuk?

Menurut dokter dari laman http://dokita.co/, mengungkapkan bahwa makan mie instan tidak otomatis membuat tubuh menjadi gemuk, tetapi memang mie instant tergolong makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi, artinya cepat dirubah jadi gula dan disimpan sebagai cadangan makanan dalam bentuk lemak ditubuh kita. Jika makan bakmie tapi aktivitasnya tinggi, tentu tidak akan terjadi perut buncit.

Benarkah makan mie instan bikin gemukNamun yang perlu menjadi catatan adalah, sebungkus mi instan mengandung kalori sebesar 350 Kkal. Demikian menurut dokter yang bertugas di SMC RS Telogorejo Semarang, RSUP Kariadi, serta dosen pada Fakultas Kedokteran Undip.

Sebagai perbandingan, jumlah tersebut sama dengan tujuh buah pisang ukuran sedang, atau sekitar empat lembar roti tawar kupas. Jika dibandingkan dengan nasi, 350 kalori berarti 5-6 sendok makan nasi plus sayur dan lauknya. Karena itulah, tidak mengherankan jika terlalu sering mengonsumsi mi instan bisa bikin tubuh anda menjadi gemuk.

Jika diteliti, dalam satu hari, orang dewasa yang aktif bekerja rata-rata membutuhkan kalori sebanyak 1.500. Dengan demikian jika setelah mengonsumsi mi instan mereka masih makan nasi beserta lauk pauknya, belum lagi snack atau camilan lain, maka kalori pun akan menumpuk di dalam tubuh.

Tidak hanya itu, jika dilihat dari komposisinya, penyusun utama mi instan berasal dari tepung yang sangat mudah diserap oleh tubuh. Jika kalori yang menumpuk berlebihan, selanjutnya oleh tubuh akan diproses menjadi lemak. Maka tak heran jika mi instan bisa memicu kegemukan atau bahkan obesitas. Hal itu dapat terjadi jika anda tidak bisa mengontrol rasa ketagihan anda untuk makan mie instan.

Dari sisi banyaknya kalori saja, apalagi jika tidak diimbangi kegiatan fisik yang cukup, sebaiknya memang menghindari bahan makanan ini. Bagaimana pun makanan yang segar tetap lebih bagus untuk tubuh.

Lalu apakah efeknya bagi kesehatan tubuh jika terllau banyak makan mie instan?

Jika anda terlalu sering mengonsumsi mi intan, yakni sekitar 3 kali seminggu, akan meningkatkan risiko penyakit sindrom kardiometabolik. Kondisi ini bisa membuat seseorang berisiko tinggi terkena penyakit jantung, diabetes, stroke, dan penyakit berbahaya lainnya.

Penelitian tersebut dilakukan di Amerika Serikat dan dimuat dalam Journal of Nutrition. Menurut ketua peneliti, Dr Hyun Joon Shin, kebiasaan mengonsumsi mi instan lebih berdampak buruk pada kaum wanita.

Penelitian yang dilakukan Shin difokuskan di Korea Selatan karena mi instan dan juga ramen merupakan favorit orang Asia. Korea Selatan sendiri merupakan negara dengan konsumsi mi instan tertinggi di dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir ditemui peningkatan jumlah masalah kesehatan, terutama penyakit jantung dan banyaknya orang dewasa yang kegemukan. Atas dasar inilah Shin melakukan penelitian untuk mengetahui kaitan antara konsumsi mi dan kesehatan.

Mi instan, seperti halnya makanan yang diproses lainnya, mengandung garam yang tinggi. Pola makan tinggi mineral seperti ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian lain juga dilakukan oleh Braden Kuo, ahli kesehatan pencernaan dari Massachusetts General Hospital di Boston. Ia menggunakan kamera berukuran sangat kecil untuk melihat apa yang terjadi pada organ pencernaan setelah seseorang makan mi ramen instan.

Kebanyakan mi ramen instan, menurut Kuo, mengandung zat kimiatertiary-butyl hydroquinone (TBHQ), pengawet makanan yang merupakan produk biobutane, yang juga dipakai dalam industri minyak.

Wow, cukup mengerikan ya. Jadi mulai sekarang, batasi ya konsumsi mie instan, setidaknya sebulan dalam sekali untuk meminimalisir tingkat terjadinya risiko penyakit akibat mie instan. Perbanyaklah makanan sehat yang segar lagi alami.